Maaf sekali saya sudah lama tidak nge-post blog lagi karena sibuk mengejar skripsi dan sidang hehe. Dengan sekarang saya sudah lulus, saya bisa kembali fokus "bermain" motor! Tahun 2012 nanti akan banyak sekali perjalanan2 baru. Mumpung belum kerja, puas2in dulu menjelajah Indonesia!
Merry Christmas and Happy New Year to all!!
Cheers from KamyaMX
Sabtu, 24 Desember 2011
Kamis, 24 November 2011
Trip to Maleber (Prologue)
Di cerita perjalanan saya yang kedua ini, kita pergi ke perkebunan di teh di Maleber Jawa Barat. Sama seperti perjalanan ke Sumurugul, perjalanan ini juga hanya 2 hari dan 1 malam tetapi menurut saya perjalanan ini lebih menantang dari perjalanan sebelumnya. Ada pendatang baru yaitu Mas Joki, dia baru saja membeli XRX berwarna orange. Meskipun dia baru ikut sebagai pengendara XRX pertama kali, jam terbang dia touring dengan motor sudah tinggi. Om Anangga tidak ikut pada perjalanan ini dan yang lainnya tetap sama seperti perjalanan ke Sumurugul yaitu Pak Bowo, Mas Indra, Hilmi, dan Enggar.
Cerita perjalanan ini cukup panjang, jadi saya akan bagi menjadi 2 bagian. Bagian ini adalah bagian prologue, menceritakan kejadian sebelum kita berangkat ke Maleber. Tetapi saya mohon maaf jika bagian ini tidak ada foto2 yang bersangkutan karena pada saat ini kita tidak mengambil foto2, tetapi di Maleber nanti bagian kedua, saya akan memasukan foto-foto yang banyak. Selamat membaca!
Cerita perjalanan ini cukup panjang, jadi saya akan bagi menjadi 2 bagian. Bagian ini adalah bagian prologue, menceritakan kejadian sebelum kita berangkat ke Maleber. Tetapi saya mohon maaf jika bagian ini tidak ada foto2 yang bersangkutan karena pada saat ini kita tidak mengambil foto2, tetapi di Maleber nanti bagian kedua, saya akan memasukan foto-foto yang banyak. Selamat membaca!
Hari itu hari Jumat. Saya dan Hilmi kembali berkumpul di rumah Pak Bowo dari sore hari untuk membawa motor kita ke bengkel untuk dipersiapkan untuk besok pagi berangkat ke Maleber. Motor saya dan Hilmi hanya servis ringan saja. Pada malam harinya saya, Hilmi, dan Pak Bowo pergi menuju Kalibata untuk berkumpul dengan anak2 Supermoto Indonesia. Rencana yang seharusnya menyenangkan ternyata menyimpan beberapa kejutan.
Sebelum pergi ke Kalibata kita akan mampir sebentar ke Pasar Festival di Kuningan. Konvoi lah kita bertiga menuju Kuningan dari Bintaro. Motor saya terasa enak sekali saat itu, kita mengebut bertiga melibas jalan raya. Pada saat di jalan Casablanca depan ITC Kuningan itu, tali kopling saya lepas! Saya kaget dan kagok karena ini pertama kalinya mengalami putus kopling. Mau gak mau saya harus menjaga kecepatan motor agar tidak berhenti atau mesin akan mati, rasanya seperti di film "Speed". Segera saya beritahu Hilmi dan Pak Bowo mengenai motor saya dan semua langsung mengikuti kecepatan motor saya.
Berhentilah kita di Pasar Festival. Pak Bowo mengajarkan saya cara mengendarai motor dengan kopling putus yaitu kita tetap berada di gigi rendah agar tidak terlalu banyak perubahan gigi tanpa kopling. Dari kondisi stop kita pasang gigi ke posisi netral dan mesin dalam keadaan menyala. Kita dorong motor kita dengan kaki (sambil tetap mengendarai di atas motor) dan ketika motor sudah mempunyai kecepatan, pindahkan gigi ke gigi satu dan motor akan menyentak terkejut. Imbangi dengan tarikan gas yang sesuai. Jalan kan dalam gigi satu dan jika diperlukan pindahkan ke gigi 2 dengan cara yang sama. Nah, trik dari ini adalah jika kita kehilangan kecepatan, segera pindahkan gigi ke gigi netral agar nafas motor tidak habis diputaran bawah. cukup simpel kan? jalan netral jalan netral saja. Dari kuningan saya begitu terus hingga dekat Taman Makam Pahlawan mampir ke bengkel motor untuk membeli tali kopling motor. Untuk XRX dibutuhkan tali kopling yang panjang, cari tali kopling untuk vespa karena panjangnya yang pas. Tapi kita tidak memasangnya di bengkel itu karena Pak Bowo bilang mendingan pasangnya di tempat nongkrong nanti.
Berhentilah kita di Pasar Festival. Pak Bowo mengajarkan saya cara mengendarai motor dengan kopling putus yaitu kita tetap berada di gigi rendah agar tidak terlalu banyak perubahan gigi tanpa kopling. Dari kondisi stop kita pasang gigi ke posisi netral dan mesin dalam keadaan menyala. Kita dorong motor kita dengan kaki (sambil tetap mengendarai di atas motor) dan ketika motor sudah mempunyai kecepatan, pindahkan gigi ke gigi satu dan motor akan menyentak terkejut. Imbangi dengan tarikan gas yang sesuai. Jalan kan dalam gigi satu dan jika diperlukan pindahkan ke gigi 2 dengan cara yang sama. Nah, trik dari ini adalah jika kita kehilangan kecepatan, segera pindahkan gigi ke gigi netral agar nafas motor tidak habis diputaran bawah. cukup simpel kan? jalan netral jalan netral saja. Dari kuningan saya begitu terus hingga dekat Taman Makam Pahlawan mampir ke bengkel motor untuk membeli tali kopling motor. Untuk XRX dibutuhkan tali kopling yang panjang, cari tali kopling untuk vespa karena panjangnya yang pas. Tapi kita tidak memasangnya di bengkel itu karena Pak Bowo bilang mendingan pasangnya di tempat nongkrong nanti.
Setiba di Kalibata, di seberang Taman Makam Pahlawan ada kumpulan tempat makan tenda yang panjang. Di situlah Supermoto Indonesia suka berkumpul setiap hari Jumat malam. Pak Bowo meminta bantuan dari rekan Supermoto Indonesia untuk memasangkan tali kopling ke motor saya. Melihat dia bekerja saya langsung tau dia adalah orang yang sudah lihai dibidangnya. Ternyata dia salah satu anak dari Abah Motor Custom. Saya merasa tenang dan berterima kasih banyak karena mengetahui motor saya dipegang oleh orang yang ahli. Malam ini kita bersantai minum juice hingga jam 12 malam lalu kita kembali ke rumah Pak Bowo di Bintaro. Tapi ternyata ada cobaan lagi yang didatangkan ke arah kita.
Pada perjalanan pulang, Hilmi memperhatikan ban belakang Pak Bowo yaitu motor RT Karion, yang mungkin anda sudah pernah liat, ukurannya sangat besar dan tebal. Saya yang tidak terbiasa mengendarai karion melihatnya biasa saja tetapi Hilmi mengendarai motor yang serupa melihat bahwa ban Pak Bowo kurang angin. Kita menepi dan melihat apa yang terjadi ternyata ada paku yang menancap di ban posisi tegak lurus. This is bad. Saya kaget sekali ternyata ban motor karion yang setebal ban traktor itu bisa juga kempis, pertama kalinya saya dengar ban karion bisa kempes. Bocornya tidak terlalu parah, jadi kita tetap lanjutkan perjalanan ke Bintaro, tetapi dengan kecepatan yang terkontrol. Sesampai di sana, terlalu rumit untuk membuka ban motor karion sendiri dan terlalu malam untuk bengkel motor yang bagus buka. Pagi itu harus berangkat ke Maleber jadi Pak Bowo mengambil keputusan yang berat...dia menggunakan motor karion yang lain (dia punya banyak btw). Kalian tentu tau kan rasanya mengendarai motor yang buka motor settingan kita? tidak enak. Pasti kita semua sudah merasa keterikatan dengan motor masing-masing dan Pak Bowo harus pergi tanpa motornya.
Pak Bowo sudah pergi tidur, sementara saya dan Hilmi masih mengutak-atik lampu motor saya dan kabel kopling. Memastikan semua aman. Malam itu saya merasakan firasat buruk mengenai perjalanan ini ke Maleber. Tali kopling saya putus dan motor Pak Bowo kempes ban belakangnya, semua di saat mau berangkat. Ternyata dibandingkan apa yang akan terjadi di Maleber sana nanti, kejadian malam ini tidak ada apa2nya.
bersambung.....
Senin, 21 November 2011
Trip to Sumurugul
Desember 2010
Ini adalah perjalanan saya dan rekan-rekan adventure CAOS saya (tidak disamakan dengan CAOS Custom ya) pada bulan Desember 2010. Yes, ini perjalanan lama tapi saya tetap akan share karena ini perjalanan pertama saya keluar kota dengan motor XRX saya, yang btw saya beri nama REX. Jadi seterusnya akan saya panggil Rex ya haha. Sudah hampir setahun yang lalu perjalanan ini, tetapi akan saya coba ingat sedetail mungkin mengenai perjalanannya
Saya ingat sekali datang ke rumah Pak Bowo pada siang hari jam 12. Saya pack barang saya ke dalam carrier kota saya dan berangkat ke rumah Pak Bowo. Pada perjalanan ke sana, saya kenakan tas carrier itu di punggung dan itu berat sekali, sangat mempengaruhi kelincahan handling membawa motor. Badan terasa ditarik ke belakang oleh beban tas itu, jadi untuk tetap tegak saya harus menahan semua beratnya.
Tiba di rumah Pak Bowo hanya ada beliau dan temannya Mas Indra. Ketika saya tiba, saya terkagum dengan motornya Mas Indra. Dia mengendarai RX kuning yang sudah ber-ban supermoto. Saya lihat aksesori lainnya dan itu semua acerbis asli. Bukan main, saya lihat kokpitnya saja saya sudah estimasi 5 juta sendiri habis untuk di daerah kokpit, gak tau deh lainnya berapa haha.
Saya dan teman saya Hilmi Sanova dan Anangga Pratama sepakat untuk menginap di rumah Pak Bowo hari itu karena kita berangkat jam 5 pagi. Mereka datang pada sore hari dan kita semua bersama Pak Bowo pergi ke bengkel langganan kita untuk final inspection motor. Hilmi mengendarai Hyosung RT Karion berwarna kuning dan Anangga (selanjutnya Om Angga) meminjam motor Pak Nilwan, teman dari Pak Bowo, yaitu motor RX berwarna silver dan itu tidak kalah dengan motor Mas Indra. Enggar, teman saya satu lagi, seharusnya tiba pukul 9 malam tetapi tidak kunjung datang. Motor Enggar itu ditinggal di rumah Pak Bowo, sebuah karion berwarna merah. Motor Enggar ini sudah ganti spakbor rata sehingga tidak ada tempat untuk plat nomor, jadi malam itu Pak Bowo mengerjakan dudukan plat nomor. Sudah jam 12 malam kita seharusnya tidur untuk menyimpan energi, tetapi kita masih mengerjakan motor dan Enggar belum datang juga. Akhirnya dia datang pada pukul 4.30 pagi hari dan dia langsung mengerjakan motornya. Saya dan Hilmi sempat tidur 1,5-2 jam pagi itu dan kita berangkat pukul 7 pagi.
Pagi itu anggota sudah lengkap, kita berangkat 6 orang. Saya (RX), Pak Bowo (RT), Mas Indra (RX), Anangga (RX), Hilmi (RT), dan Enggar (RT) jadi pas 3 RX dan 3 RT.
![]() |
| (dari kiri) Enggar, Mas Indra, Om Anangga, Pak Bowo, Saya, dan Hilmi |
Masalah tas yang berat itu akhirnya kita ikat dengan kabel karet di jok belakang atau tail motor. tas itu lalu kita bungkus dengan bag cover jadi jika hujan tidak akan masalah. kita berkumpul dan berdoa terlebih dahulu sebelum berangkat, memohon perlindungan agar kita aman di perjalanan.
![]() |
| Persiapan |
Pada pukul 7 kita berangkat ke Purwakarta desa Sumurugul. Rute yang kita lalui adalah Bintaro - Cibubur-Cileungsi-Jonggol-Cirata-Purwakarta. Perjalanan awal cukup enak, sepi jalanan tidak terlalu rame, yang konyol adalah Anangga memakai helm half face yang tidak berkaca, dan dia hanya menggunakan kemeja flanel. Bisa anda bayangkan udara yang menerpa badannya selama perjalanan dan matanya langsung merah terkena angin terus.
di daerah cibubur sana kalau tidak salah pada jalanan lurus ada jalanan yang berlubang. Motor lain seperti bebek menghindar tetapi kita malah bermain-main di lubang itu haha mentang2 motor trail. saya membuntuti Pak Bowo dan kecepatan saat itu sekitar 70-80 km/h. Ketika saya melihat Pak Bowo di depan saya sedang menghajar lubang, tas yang ada di ekor motornya terlepas ikatannya dan jatuh tepat di tengah jalan. Saya yang tepat di belakangnya sedang melaju 80km/h tidak bisa menghindar lagi, jadi saya tabraklah tas itu dan ya, motor saya langsung "berdansa" dibawah saya, bergerak tidak terkendali. Langsung saya turunkan 2 kaki saya untuk menyeimbangkan motor dan untung motor kembali normal. Saya langsung menepi dan memeriksa ban saya dan Pak Bowo. Semua oke2 saja. Saya ingat sekali sepersekian detik sebelum saya tabrak tas itu yang ada di pikiran saya adalah "yah masa perjalanan gw sampai sini aja.." hahaha.
Perjalanan dari daerah2 sawah berubah menjadi tanjakan gunung. Di situ sangat menyenangkan. Kita belajar merebah di tikungan-tikungan lebar sembari bermain kopling. Kita semua masih menggunakan gear belakang standar sehingga untuk menanjak masih dirasa kurang bertenaga, jadi kita harus pintar-pintar bermain kopling dan menyamakan putaran gigi dengan motor di depan kita agar tidak tertinggal. Di antara semua motor itu hanya saya yang belum mengganti knalpot sehingga saya kurang bertenaga dan julukan saya selama perjalanan adalah mesin jahit (Fuc* you enggar haha)
![]() |
| Warung Nasi |
di daerah Jonggol kita mengisi bensin hingga full karena setelah itu akan susah menemukan pom bensin dan mampir di sebuah warung nasi untuk sarapan. The food is pretty good actually, mungkin karena kita memang sudah lapar banget jadi semua terasa enak. kita parkir motor kita berbaris di depan warung nasinya dan surely, semua yang lewat langsung melihat motor kita.
Perjalanan kita lanjutkan hingga waduk Cirata. Di situ kita berhenti untuk berfoto-foto karena tempatnya yang bagus.
![]() |
| Cirata |
Di tempat ini si Hilmi kena sial 2 kali. Pertama, ketika kita menepi di pinggir jalan saat berhenti dia menurunkan kakinya yang kiri tetapi ternyata tanah di kiri tidak rata dengan aspal dan lebih rendah. Dia kaget dan motornya terjatuh ke kiri. Kedua pada saat kita mau parkir di rumput seperti foto diatas, ketika saya sedang mau masuk formasi parkir, si Hilmi memotong jalan saya untuk merebut tempat parkir untuk bercanda. Ternyata tanah tempat parkir saya licin jadi ketika dia memotong, terpeleset lah ban dia dan terjatuh kembali motornya. Kita teman2nya tentu saja membantu dia berdiri kembali.....tapi setelah kita puas tertawa haha.
Perjalanan kita lanjutkan kembali. Rute perjalanan yang dari pengunungan menjadi desa-desa dan kota kecil. Menunjukan bahwa kita sudah sampai di daerah Purwakarta. Seteleah perjalanan yang panjang akhirnya kita tiba di desa Sumurugul. Di desa Sumurugul sana adalah tempat dulu kampus saya dan teman2 mengadakan acara live-in di desa2, sehingga kita kenal dengan tempatnya. Desa yang dulu tradisional dengan jalannya yang dari batu ternyata sudah berubah menjadi jalan aspal. Ini akibat dari semakin populernya objek wisata di desa itu yaitu air terjunnya. Kita lepas tas kita dan berbenah di rumah salah satu warga sana dan beristirahat dan santai
![]() |
| Tiba di Sumurugul |
Kita beristirahat hingga sore, udara semakin dingin. Memang tidak ada yang bisa mengalahkan kesegaran udara desa di pegunungan. Rokok jadi terasa lebih enak di pegunungan. Ketika langit menjadi gelap, kita sepakat untuk makan malam di daerah punclut kalau tidak salah. Jadi kita persiapkan jaket tebal untuk perjalanan malam itu.
![]() |
| Bersiap pergi ke Punclut |
Rute yang diambil saya tidak tahu karena Pak Bowo dan Mas Indra yang memimpin perjalanan itu. Bintang terlihat cerah sekali karena jalan yang kita lalui sangat sepi dan gelap sekali. sepanjang perjalanan hanya motor kita yang ada. Kiri kanan hanya ada pohon-pohon yang tinggi dan gelap. Jalanan sangat berliku-liku. Ketika sudah sampai daerah Lembang, Pak Bowo mengajak kita ke spot favorit dia di mana kita bisa melihat kota lembang secara menyeluruh, dan ya pemandangan itu sangat indah sekali. Kita berbaris dan mematikan mesin motor kita semua dan kita hanya bisa terdiam melihat pemandangan lampu-lampu kota lembang dari kejauhan. Saya yakin kita semua pada saat itu terkagum-kagum. Suara malam yang sunyi dan langit yang berbintang-bintang selalu membuat saya mengagumi ciptaan Tuhan. Kita lanjutkan perjalanan kita ke daerah punclut dan disinilah serunya dimulai.
Daerah punclut itu hanya jalan 2 jalur yang sempit dan itu sangat menanjak sekali. Saat itu sedang akhir pekan jadi daerah itu ramai sekali dengan mobil. Bau kopling terbakar tercium sangat jelas sekali dari mobil-mobil yang macet saat tanjakan. Pasti bete banget tuh yang bawa mobil. Ada cerita lucu juga di sini, saat kita semua berhenti di pinggir jalan. Saya berhenti di pinggir jalan sambil tetap duduk motor. stang bagian kiri sudah menyentuh dinding pagar jadi saya benar-benar ditepi. Saya hanya berhenti tidak bersalah ketika ada nenek2 linglung jalan dengan bingung dari depan ke arah saya. Dia terus jalan ke depan dan muka dia menabrak handguard kanan saya. Saya kaget dan bingung, masa nenek itu gak liat saya dan saya jadi ngerasa gak enak banget ke nenek itu. nenek itu langsung di tarik oleh keluarganya masuk ke restoran sebelum saya sempat menanyakan kondisi nenek itu.
![]() |
| Hilmi, Saya , dan Enggar di Punclut |
Di rumah makan itu mereka menyediakan makanan sunda dan kita makan sangat banyak sekali. Pengaruh udara dingin hahaha. Kita lanjutkan perjalanan kembali ke desa sumurugul. Ada satu jalan di mana kita harus melalui jalan yang sangat terjal sekali. Aspal, tetapi terjal. di ujung bawah jalan itu berupa belokan dan jurang jadi jika kita jatuh ya mau gak mau wafat. Ketika kita sedang naik dengan gigi rendah menjaga kecepatan agar stabil, di depan kita ada mobil avanza yang bergerak pelan. Saya berpikir jika mobil itu berhenti, hilanglah momentum kita untuk naik dan saya takut jika saya berhenti, ban saya tidak cukup traksi untuk menahan saya di posisi miring itu. Apa yang terjadi? yak, mobil itu berhenti. Saya langsung menarik rem dan berhenti, seketika itu juga motor saya bergerak mundur dengan ban yang mengunci. Saya mau tarik gas di gigi satu itu tapi saya takut untuk melepas rem, alhasil. mesin meraung tetapi posisi tidak bergerak sama sekali. Hilmi yang sudah di atas, turun dari motor untuk membantu menahan motor saya agar bisa naik. Itulah contoh brotherhood yang sering ada di kalangan motor, kita saling menjaga satu sama lain.
Jarak antara punclut dan desa sumurugul kira-kira 1 jam perjalanan. Kita tiba dengan mata sepet dan perut kenyang. Malam ini kita bercerita dulu sebelum pergi tidur.
Keesokan paginya kita terbangun jam 8 pagi. Pak Bowo sudah merencanakan rute pulang dengan Mas Indra melalui puncak bogor. Kita ingin menonton bola (kalau tidak salah ketika piala AFF) di puncak sambil menikmati poffertjes. Kita berangkat pukul 12 siang dari Desa Sumurugul, setelah kita pamit semua dengan penduduk sekitar.
Rute perjalanan pulang ini Pak Bowo membawa kita melewati bukit-bukit. Jalan pada bukit itu dari tanah, dan licin. kita semua berkonsentrasi menjaga keseimbangan motor. kita sedang asik berkonsentrasi, saya melihat papan peringatan di pinggir jalan. Papan itu bertuliskan "Hati-hati daerah rawan longsor". Saya tidak terlalu kaget karena saya percaya hal-hal seperti itu tidak akan terjadi, sebuah kepercayaan yang bodoh. Ketika berjalan kira-kira 500 meter, setengah jalan sudah hilang jatuh ke bawah karena longsor. Longsor itu tidak terjadi saat itu, saya yakin sudah lama tetapi melihat itu membuat saya menelan ludah dan semakin khawatir.
Setiba di puncak bukit pertama, rintik hujan mulai turun. Melihat dari kondisi langit memang sudah pertanda hujan akan turun, maka kita mampir ke pos timbangan truk untuk berteduh dan mengenakan jas hujan kita masing-masing dan melanjutkan perjalanan. Mulai itu perjalanan semakin seru. Tanah dan batu yang sebelumnya cukup mudah dilewati sekarang tergenang air dan semakin licin. Pandangan semakin susah karena air-air di kaca helm kita. Jalanan rusak bergenang yang motor lain seperti bebek berjalan di samping, kita libas di tengah. Sangat seru bermain air di saat itu. jalanan berlubang yang mengguncang suspensi motor kita, cipratan air yang mengenai helm memberikan kesan tersendiri.
Perjalanan pulang lebih jauh karena kita mengambil jalan yang memutar. 3 jam sudah berlalu mengendarai motor trail kita non-stop membuat pantat cukup tersiksa. Saya tau kita sudah hampir sampai puncak karena jalanan semakin dipenuhi peradaban haha. Kita mampir di factory outlet di puncak untuk melihat-lihat dan lanjut menonton bola di pondok toar daerah puncak pass.
![]() |
| Pondok Toar |
Kopi panas terasa sangat nikmat karena kita semua sudah kedinginan menerpa hujan yang tidak kunjung berhenti. Pemandangan dari pondok toar itu juga sangat indah. Kita dapat melihat kabut di bawah seperti awan. Perjalanan di lanjutkan pada pukul 9 malam dengan penuh kekecewaan karena Indonesia kalah pada pertandingan bola (lupa lawan siapa). Perjalanan pulang kita melalui kota Bogor lalu parung. Saya sudah mengantuk sekali tetapi saya memaksa mata untuk tetap terbangun. Jalanan yang gelap dan lurus sangat mudah membuat konsentrasi hilang. Kita juga tidak berani ngebut karena itu daerah yang kita kurang familiar. Tiba di kota Jakarta melalui Pamulang, kita mulai menaikan kecepatan. Mata semakin mudah konsentrasi ketika sedang ngebut. Tiba di Bintaro Perkici, kita kembali berdoa mengucap syukur telah dilindungi selama perjalanan lalu kita langsung istirahat.
Perjalanan ini merupakan perjalanan kita bersama mengendarai Hyosung, dan kita sangat puas dengan performanya. Selama perjalanan tidak ada motor yang rewel hanya pengendaranya yang rewel haha. Kurang lebih melihat dari meteran kilometer di motor, kita menempuh total 800-900km dan saya hitung kasar bensin saya habis 55ribu isi premium. Sangat irit menurut saya. Saya belajar banyak sekali hal dalam perjalanan perdana ini dan semakin mengenal karakter motor masing-masing.
Saya rasa cukup sampai sini cerita saya untuk saat ini, akan saya share lagi perjalanan saya yang lain. Terima kasih!
Saya rasa cukup sampai sini cerita saya untuk saat ini, akan saya share lagi perjalanan saya yang lain. Terima kasih!
Kamis, 06 Oktober 2011
DIJUAL New Ready Stock Hyosung XRX 125D
Dijual barang baru ready stock hyosung XRX 125D
Spesifikasi
Engine: DOHC 4 valve, oil cooled
Starter System: Electric
Displacement: 124cc
Power Output: 10kW (13hp) @ 10,000rpm
Fuel System: Carburetor (Euro 3)
Cylinders: 1
Gear Shift: 1 down, 4 up
Brake System: Front disc, rear drum
L x W x H: 2190 x 800 x 1160mm
Tyres: 2.75-21 45PH front
Tyres: 4.10-18 9P rear
Wheelbase: 1425mm
Seat Height: 850mm
Ground Clearence: 295mm
Dry Mass: 120kg
Warna yang tersedia : Hitam, dan Orange
Harga :
Rp 19.000.000 OFF THE ROAD
Rp 22.500.000 ON THE ROAD
Hubungi 0822-6030-2455 (Kamya)
Email di kamyamx@gmail.com
Spesifikasi
Engine: DOHC 4 valve, oil cooled
Starter System: Electric
Displacement: 124cc
Power Output: 10kW (13hp) @ 10,000rpm
Fuel System: Carburetor (Euro 3)
Cylinders: 1
Gear Shift: 1 down, 4 up
Brake System: Front disc, rear drum
L x W x H: 2190 x 800 x 1160mm
Tyres: 2.75-21 45PH front
Tyres: 4.10-18 9P rear
Wheelbase: 1425mm
Seat Height: 850mm
Ground Clearence: 295mm
Dry Mass: 120kg
Warna yang tersedia : Hitam, dan Orange
Harga :
Rp 19.000.000 OFF THE ROAD
Rp 22.500.000 ON THE ROAD
Hubungi 0822-6030-2455 (Kamya)
Email di kamyamx@gmail.com
Minggu, 11 September 2011
Pengenalan
Selamat datang di blog saya "Kamya MX Adventure". ini adalah post pertama saya dan saya ingin bercerita mengenai blog saya ini. untuk profil saya dapat dilihat di bagian profil penulis. mohon maaf dengan design yang sederhana karena ini adalah blog pertama saya :D
Di blog ini saya ingin berbagi cerita mengenai pengalaman saya dan teman2 dalam melakukan adventure dengan motor kebangsaan kami, Hyosung XRX 125D dan Hyosung RT 125. Saya juga menjual motor ini yang dapat dilihat lebih lanjut di post saya berikutnya. Semoga dengan saya berbagi cerita kisah petualangan saya di Indonesia ini, kalian sebagai pembaca dapat lebih mengapresiasi negara kita beserta kekayaan alam yang diberikannya. Negara kita sangat luas dan menyimpan banyak keindahan, maka dari itu saya ingin menjelajahi Indonesia sebelum beranjak ke luar negeri.
Mungkin cukup sekian untuk perkenalan dari saya. Semoga kalian senang dan belajar sesuatu dari membaca blog ini
Kamyaputra
Langganan:
Komentar (Atom)








